Kenapa Pondok Pesantren
Oleh : Arif Rahman Hakim
يَرْفَعِ
اللهُ الَّذِيْنَ أَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ حَبِيْرٌ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantarmu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan. (QS. Al-Mujadilah : 11)
Perintah Belajar Agama
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ
لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ
لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا
إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ (122) التوبة
“Tidak
sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak
pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam
pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya
apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga
dirinya” (At-Taubah: 122)
3 Kelompok Penuntut Ilmu
عَنْ أَبِي مُوسَى
الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ : " مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى
وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَ مِنْهَا
نَقِيَّةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتْ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ
وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ
فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى إِنَّمَا
هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ
فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ فَعَلِمَ
وَعَلَّمَ وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ
الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ
Dari
Abu Musa al-Asy'ari, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda, "Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya Allah
mengutusku adalah seperti air hujan yang turun ke tanah. Di antaranya ada
tanah yang subur yang menyerap air sehingga menumbuhkan tanaman dan rerumputan
yang banyak. Ada juga tanah tandus yang menahan air sehingga orang-orang bisa
memanfaatkannya; mereka minum darinya, memberi minum ternaknya, dan mengairi
tanaman. Ada juga tanah yang keras; tidak dapat menahan air dan tidak dapat
menumbuhkan tanam-tanaman. Demikianlah perumpamaan orang yang memahami agama
Allah, lalu ia mengambil manfaat apa yang dengannya Allah mengutusku, sehingga
ia belajar dan mengajarkannya. Dari sisi lain ada orang yang tidak mau
mengambil manfaat darinya, serta orang yang sama sekali tidak menerima petunjuk
Allah yang dengannya aku diutus." (HR. Muttafaq 'Alaih)
Banyak yang Lalai
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ (7) الروم
“Mereka hanya mengetahui
yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat,
mereka lalai“.
(QS. Ar-Rum: 7)
Menjadi Orang yang Sholeh dan Tidak
Akan Tersesat
مَنْ يُرِدِاللهُ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّيْن
وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللهُ يُعْطِى وَلَنْ يَزَالَ هَذِهِ الأُمَّةُ
قَائِمَةٌ عَلَى أَمْرِ اللهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ
أَمْرُ اللهِ
Barang siapa yang dikehendaki Allah akan memperoleh
kebaikan, niscaya dianugerahi-Nya pemahaman dalam agama, Sesungguhnya saya
adalah yang membagi dan Allah memberi, Umat ini akan senantiasa kokoh pada
perintah Allah, yang tidak akan mendapat ancaman/bahaya dari orang-orang yang
mengantikannya sampai datang perintah Allah (hari kiamat) . (HR. Bukhori)
Mengetahui Jalan Menuju Surga
عن أبي هريرة قال سُئِلَ رسول الله صلى الله
عليه وسلم عَن أَكثَرِ مَا يُدخِلُ النَاسَ الجَنَّةَ فَقَالَ تَقوَى اللهِ وَحُسنُ الخُلُقِ وَسُئِلَ عَن أَكثِرَ مَا
يُدخِلُ النَاسَ النَارَ فَقَالَ الفَمُ وَالفَرجُ – الترمذي
Rasulullah saw ditanyai tentang
kelakuan, apakah yang paling banyak memasukan orang kedalam surga? Jawabnya ;
Taqwa kepada Allah dan baik budi pekerti. Dan beliau ditanya tentang hal-hal
yang paling banyak memasukan orang kedalam Neraka, Rasulullah menjawab :
(kejahatan) Mulut dan Kemaluannya. ( HR. At-Tirmidzi)
Mempersiapkan Kader
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ
آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ
كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ
الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا
يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ
فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (55) النور
“Allah
benar-benar telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman serta beramal
salih diantara kalian untuk menjadikan mereka berkuasa di atas muka bumi
sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah dijadikan berkuasa di atasnya. Dan
Allah pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, sebuah agama yang telah
diridhai-Nya untuk mereka peluk. Dan Allah pasti akan menggantikan rasa takut
yang sebelumnya menghinggapi mereka dengan rasa tenteram, mereka menyembah-Ku
dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Dan barangsiapa yang ingkar
sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nuur: 55)
عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ قَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْتَزِعُ
الْعِلْمَ مِنْ النَّاسِ انْتِزَاعًا وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعُلَمَاءَ فَيَرْفَعُ
الْعِلْمَ مَعَهُمْ وَيُبْقِي فِي النَّاسِ رُءُوسًا جُهَّالًا يُفْتُونَهُمْ
بِغَيْرِ عِلْمٍ فَيَضِلُّونَ وَيُضِلُّونَ
Dari Urwan bih Zubair berkata, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya
Allah tidak mengambil ilmu dari manusia secara mendadak, tetapi dengan
mewafatkan ulama, maka ilmu terangkat bersama wafatnya ulama. Dan tersisa di
kalangan manusia pemimpin yang bodoh, berfatwa tanpa ilmu, sehingga sesat dan
menyesatkan” (HR.
Muslim)

Komentar
Posting Komentar