Taqwa Sebagai Bekal Terbaik
Arif
Rahman Hakim
الْحَجُّ
أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا
فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ
اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي
الْأَلْبَابِ
(Musim)
haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya
dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik
dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu
kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan
sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai
orang-orang yang berakal. (QS. Al-Baqarah 197)
Makna TAQWA :
Mengandung makna yang cukup beragam, di antaranya: Memelihara,
Menghindari, Menjauhi, Menutupi, dan Menyembunyikan
v Ibnu Abbas
Menyebutkan TAQWA adalah Takut berbuat Syirik kepada Allah dan selalu
mengerjakan keta’atan kepadaNya
v Imam Qurthubi
mengutip pendapat Abu Yazid Al-Bustami bahwa yang Ber-TAQWA itu adalah Orang
yang apabila Berkata, ia Berkata karena Allah, dan apabila ia Berbuat, maka
Berbuat/Beramal karena Allah
v
Al-Raghib al-Asfahani, dalam bukunya Mu 'jam Mufradat Alfdz Al-Qur’dn,
menjelaskan bahwa kalimat taqwa mengandung arti memelihara diri dari hal-hal
yang akan membawa kepada kemudharatan. Jadi Taqwa menjaga jiwa dari perbuatan
yang membuatnya berdosa dan itu meningalkan apa yang dilarang.
v
Imam Nawawi mendefinisikan Taqwa : Menta’ati Perintah dan
LaranganNya. Maksudnya menjaga diri dari kemurkaan dan Adzab Allah
v
Imam Al-Jurjani mengatakan Taqwa adalah Menjaga diri dari siksa Allah
dan Menta’atiNya, yakni menjaga diri dari perbuatan yang mengakibatkan siksa
baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya
v
Muhammad Abduh, dalam kitab Tqfsir al-Manar, juga menyatakan bahwa
kalimat taqwa, secara etimologi, dapat diartikan menjauhkan diri dari kemudharatan
atau menolaknya
Keutamaan TAQWA :
1. Dicintai Allah SWT
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
“...Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang
bertaqwa” (Surat At-Taubah:
4)
2. Diterimanya Amal Ibadah
إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
“...Sesungguhnya Allah hanya menerima
(korban) dari orang-orang yang bertaqwa” (Surat Al-Maidah: 27)
3. Terjaga dari Godaan Syetan
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ
مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang
bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah,
maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”
(Surat Al-A’rof: 201)
4. Diberikan Kemudahan dalam Segala Urusan
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
“…Barang siapa bertaqwa kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan menjadikan
baginya jalan keluar (bagi segala problemnya) (Q.S Ath-Thalaq :2)
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ
يُسْرًا
“…Barang siapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah SWT akan menjadikan
baginya kemudahan atas segala urusannya.” (Q.S Ath Thalaq : 4)
5. Diberikan Rizqi
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Dan
Dia (Allah) akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang yang tidak
disangka-sangka (Q.S Ath-Tholaq : 3)
6. Tidak Ketakutan dan Tidak Bersedih
فَمَنِ اتَّقَى وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ
وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“…Barang siapa bertaqwa dan berbuat
kebaikan tidak ada ketakukan terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka
cita.” (Q.S Al A’araf
: 35)
7. Mendapat Kabar Gembira:
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَ. لَهُمُ
الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan
mereka selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia
dan (dalam kehidupan) di akhirat” (Surat Yunus; 63-64)
8. Bebuat Baik dan diampuni Dosa :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ
لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (71)
“Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya
Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan
barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat
kemenangan yang besar.” (Surat Al-Ahzab: 70 - 71)
9.
Mendapatkan Pahala
ذَلِكَ
أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ
سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
“Itulah perintah Allah yang
diturunkan-Nya kepada kamu; dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya
Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala
baginya.” (QS. Ath-Tholaq : 5)

Komentar
Posting Komentar