Air dan
kehidupan
Oleh : H. Arif Rahman Hakim Lc. M.Ag
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ
الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ (30) الأنبياء
Dan apakah orang-orang kafir tidak
mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu,
kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala
sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman? (QS. 21:30)
Pembentukan Hujan
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا
ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ
مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ
فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا
بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ (43) النور
Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian
mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya
bertindih-tindih, maka kelihatan olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan
Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari
(gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya
(butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya
dari siapa yang dikehendaki-Nya.Kilauan kilat awan itu hampir-hampir
menghilangkan penglihatan. (QS. 24:43)
اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ
سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا
فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ
مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (48) الروم
Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu
menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang
dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke
luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya
yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira. (QS. 30:48)
وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً
بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا كَذَلِكَ تُخْرَجُونَ (11) الزخرف
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar
(yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti
itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). (QS. 43:11)
Air Hujan yang Bersih dan Tawar
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا
بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا (48) لِنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا وَنُسْقِيَهُ مِمَّا
خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا (49) الفرقان
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar
gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari
langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri
(tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar
dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. (QS. 25:48
- 49)
أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ
(68) أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ (69)
لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ (70) الواقعة
Maka terangkanlah
kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan
ataukah Kami yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia
asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?" (Al Waqi'ah: 68-70)
وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا (27) المرسلات
Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami
beri minum kamu dengan air tawar (QS. 77:27)
Manfa’at Air
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا
فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ (9) ق
Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak
manfa'atnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji
tanaman yang diketam (dipanen), (QS. 50:9)
وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا
أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ
زَوْجٍ بَهِيجٍ (5) الحج
Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami
turunkan air diatasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan
berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah (QS. 22:5)
وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ
فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ
بِخَازِنِينَ (22) الحجر
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)
dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air
itu,dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS. 15:22)
وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا
بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ
لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ
الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (57) الأعراف
Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita
gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah
membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami
turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab angin itu pelbagai
macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah
mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (QS. 7:57)
Q Indonesia memiliki sedikitnya 5.590 sungai utama dan
65.017 anak sungai. Dari 5,5 ribu sungai utama panjang totalnya mencapai
94.573 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 1.512.466 km2.
Selain mempunyai fungsi hidrologis, sungai juga mempunyai peran dalam menjaga keanekaragaman
hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata dan
lainnya
Q Bobot Awan sangat
Menakjubkan, sebagai contoh Awan Kumulonimbus atau Awan Halilintar, bisa
Memiliki Kandungan Air yang bisa mencapai 300.000 Ton (Bisa mengapung di
Angkasa)
Q Setiap tahunnya 45 miliar
liter kubik air menguap dari lautan. Air yang menguap tersebut dibawa angin
melintasi daratan dalam bentuk awan. Setiap tahun 3-4 miliar liter air dibawa
dari lautan menuju daratan, menuju manusia
Q Awan Hujan Gumpalannya
bisa berkisar 20 hingga 260 meter, yang memiliki ketebalan 9.000 hingga 12.000
meter, akibat dimensi luar biasa ini,bagian bawah awan hujan GELAP.
Q أَوْ
كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ
أَصَابِعَهُمْ فِي آَذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ وَاللَّهُ
مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ (19) البقرة
Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari
langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya
dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan
Allah meliputi orang-orang yang kafir. (QS. 2:19)
Q Dalam 1 detik
sekitar 16 juta Ton Air Menguap dari Bumi, atau sekitar 513 Triliun Ton
Air per-Tahun
Q Philipp Lenard (Ahli
Fisika Jerman) yang Menerima Nobel dalam bidang Fisika tahun 1905, Menemukan
Bahwa Kecepatan Tetesan Hujan meningkat dengan kenaikan diameter butiran sampai
ukuran 4,5 mm. Namun untuk butiran lebih besar, kecepatan air jatuh tidak
meningkat melampaui 8 meter per-detik. Hal ini disebabkan oleh perubahan dalam
bentuk tetesan yang disebabkan aliran udara ketika butiran membesar.
Q Takaran pertama yang berhubungan dengan hujan adalah kecepatan turunnya.
Benda yang berat dan ukurannya sama dengan air hujan, bila dijatuhkan dari
ketinggian 1.200 meter, akan mengalami percepatan terus-menerus dan jatuh ke
bumi dengan kecepatan 558 km/jam. Akan tetapi, tata-rata kecepatan
jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam
Q Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter. Efek yang ditimbulkan oleh satu
tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1
kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian
10.000 meter. Pada kasus ini, satu tetes air yang jatuh akan memiliki efek
yang sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 110 cm
Q Tahapan pembentukan hujan baru dapat dipelajari setelah radar cuaca
ditemukan. Menurut radar, pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama,
pembentukan angin; kedua, pembentukan awan; ketiga, turunnya hujan
Q Seperti telah kita ketahui, air
hujan berasal dari penguapan air dan 97%
merupakan penguapan air laut yang asin. Namun, air hujan adalah tawar. Air hujan bersifat tawar karena adanya
hukum fisika yang telah ditetapkan Allah. Berdasarkan hukum ini, dari mana pun
asalnya penguapan air ini, baik dari laut yang asin, dari danau yang mengandung
mineral, atau dari dalam lumpur, air yang menguap tidak pernah mengandung bahan
lain. Air hujan akan jatuh ke tanah dalam keadaan murni dan bersih, sesuai
dengan ketentuan Allah

Komentar
Posting Komentar