Langsung ke konten utama

Bahaya Lisan dan Keutamaan Diam

 

Bahaya Lisan dan Keutamaan Diam

                                           Oleh : H. Arif Rahman Hakim Lc. M.Ag








عن عبدالله قال سَمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم  يقول إنَّ أَكثَرَ خَطَايَا  اِبنِ آدَمَ مِن لِسَانِهِ - رواه الطبراني ورجاله رجال الصحيح

Dari Ibn Mas’ud berkata : Aku mendengar Rosulullah SAW telah bersabda : Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada Lidahnya.

عن البراء بن عازب قال جَاءَ أَعرَابي إلى النبِي صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رسولَ الله عَلِمني عَمَلًا يُدخِلُني الجَنَّةَ قال أَطعِمِ الجَائِعَ وَاسقِ الظَمآنَ وَأْمُر بِالمعرُوفِ وَانهَ عَنِ المُنكَرِ فَإِن لَم تُطِقْ ذَلِكَ فَكُفَّ لِسَانَكَ  إِلَّا مِن خَيٍر – ابن حبان

Dari Barra bin ‘Ajib ia berkata : Sesungguhnya Seorang Arab badui datang menemui Rosulullah SAW seraya berkata : Wahai Rosulullah ajarkanlah kepadaku satu amalan yang dapat memasukan diriku ke dalam Surga, Nabi bersabda : Berilah makan kepada yang lapar, berilah minum yang haus, perintahkan yang Ma’ruf dan mencegah kemunkaran, jika kamu tidak sanggup dari yang itu maka tahanlah Lidahmu kecuali dari yang baik.

 

PENYAKIT LISAN

 

1.     Pembicaraan yang tidak Berguna  الكلام فيما لا يعنيه))

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَكثَرُ النَاسِ ذُنُوبًا أَكثَرُهُم كَلَامًا  فِيمَا لَا يَعنِيهِ - رواه أبو الشيخ في الثواب

Dari Abi Huraeroh semoga Alloh meridloi kepadanya berkata, Rosulullah SAW bersabda : Manusia yang paling banyak dosanya adalah yang paling banyak berbicara diantara mereka dari apa-apa yang tidak berguna.

 

2.     Berlebihan dalam bicara (فضول الكلام)                 

عن أنس بن مالك قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم طُوبَى لِمَن عَملَ بِعِلمِهِ وَأَنفَقَ الفَضلَ مِن مَالِهِ وَأَمسَكَ الفَضلَ مِن قَولِهِ – البيهقي

Dari Anas bin Malik berkata, Rosulullah SAW bersabda : Berbahagialah orang yang beramal dengan ilmunya, Menginfaqkan kelebihan hartanya dan dapat menahan kelebihan dari ucapannya

 

3.     Melibatkan diri dalam bicara yang bathil ( الخوض في الباطل)

عن بلال بن الحارث قال قال رسول الله  صلى الله عليه وسلم إِنَّ الرَجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِن رِضوَانِ اللهِ مَا يَظُنُّ أَن تَبلُغَ مَا بَلَغَتْ فَيَكتُبُ اللهُ بِهَا رِضوَانَهُ إِلَى يَومِ القيامةِ وَإِنَّ الرَجُلَ لَيَتَكَلَمُ بِالكَلِمَةِ  مِن سُخطِ اللهِ مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ بِهِ مَا بَلَغَتْ فَيَكتُبُ للهُ عليه بِهِ سُخطَهُ إِلى يَومِ القِيَامَةِ – ابن حبان

Dari Bilal bin al-Harits berkata, Roosulullah SAW bersabda : Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat dari keridloan Alloh tanpa mengira bahwa kalimat itu akan mencapai apa yang telah dicapainya, lalu Alloh menulis keRidloannya terhadapnya hingga hari Kiamat. Dan sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat dari kemurkaan Alloh tanpa mengira bahwa kalimat itu akan mencapai apa yang telah dicapainya, lalu Alloh menulis kemurkaannya terhadapnya hingga hari Kiamat.

4.     Perbantahan, Berdebat dan Senda Gurau (الِمرَاء والجدال والمزاح)  

عن بن عباس عن النبي  صلى الله عليه وسلم  قال  لَا تًمَارِ أَخَاكَ  وَلَا تُمَازِحْهُ وَلَا تَعُدهُ مَوعِدًا فَتُخلِفُهُ – الترمذي

Dari Ibn Abas dari Nabi SAW telah bersabda : Janganlah kamu mendebat saudaramu, janganlah kamu mempermainkannya, dan janganlah kamu membuat janji dengannya lalu kamu tidak menepatinya.

 

5.     Pertengkaran  (الخصومة) 

عن عائشة عن النبي  صلى الله عليه وسلم  قال إِنَّ  أَبغَضَ الرِّجَالِ  إِلَى اللهِ الأَلَدُّ الخَصِمُ – البخاري

Dari Aisayah dari Nabi SAW telah bersabda : sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Alloh adalah orang yang paling keras pertengkarannya.

 

6.     Memaksakan (mengada-ada) dalam pembicaraan    (التقعر في الكلام)

عن جابر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إِنَّ مِن أَحَبَّكُم إِلَيَّ وَأَقرَبُكُم مِنِي مَجلِسًا يَومَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُم أَخلَاقًا وَإِنَّ أَبغَضَكُم إِلَيَّ  وَأَبعَدَكُم مِنِّي مَجلِسًا يَومَ القِيَامَةِ الثَّرثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ وَالمُتَفَيهِقُونَ قالوا يا رسول الله قَد عَلمنَا الثَرثَارُونَ والمُتَشَدِّقُونَ فَمَا المُتًفًيهِقُونَ قَالَ المُتَكَبِرُونَ – الترمذي

Dari Jabir bahwasannya Rosulullah SAW bersabda : Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat tempat duduknya dengan-Ku pada hari Kiamat adalah Orang yang paling baik Akhlaqnya. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan orang yang paling jauh tempat duduknya dariku adalah : Orang yang banyak berbicara, yang Sok Tahu dan yang Sok Fasih dalam pembicaraannya.

 

7.     Berkata Keji, Jorok dan Mencela (الفحش والسب وبداءة اللسان) 

عن عبد الله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ليس المُؤمِنُ  بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا البَذِيءِ وَلَا الفَاحِش – ابن حبان و الحاكم و الترمذي

Dari Ibnu Mas’ud berkata, Rosulullah SAW bersabda : Buklanlah orang mukmin itu yang suka melukai, suka melaknat, suka berkata keji dan suka berkata kotor.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taqwa Sebagai Bekal Terbaik

  Taqwa Sebagai Bekal Terbaik Arif Rahman Hakim   الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (QS. Al-Baqarah 197)   Makna TAQWA :   Mengandung makna yang cukup beragam, di antaranya: Memelihara, Menghindari, Menjauhi, Menutupi, dan Menyembunyikan   v Ibnu Abbas Menyebutkan TAQWA adalah Takut berbuat Syirik kepada Allah dan selalu men...

Kenapa Pondok Pesantren

  Kenapa Pondok Pesantren Oleh : Arif Rahman Hakim   يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ أَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ حَبِيْرٌ “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantarmu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha M engetahui apa yang kau kerjakan . (QS. Al-Mujadilah : 11)   Perintah Belajar Agama وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ (122) التوبة “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (At-Taubah: 122)   ...

The Power Of Istighfar

  The Power Of Istighfar Arif Rahman Hakim Lc. M.Ag   وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) ال عمران Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa   قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرحيم   - الزمر53 Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.   Iblis Akan Terus Menyesatkan Manusia   عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم يقول : إِنَّ إِبْلِيسَ قَالَ لِرَبِّهِ : بِعِزَّتِكَ وَجَلاَ...