Dagang dalam Islam
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا
أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ
تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ
رَحِيمًا (29) النساء
Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan
jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama
suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah
adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. 4:29)
Keutamaan
Dagang
أَطْيَبُ الْكَسْبِ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ
وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
“Sebaik-baik
pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli
yang mabrur.” (HR. Ahmad, Al-Bazzar, Ath-Thabrani dan selainnya,
dari Ibnu ‘Umar, Rafi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya).
التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ مَعَ
النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ
“Pedagang
yang jujur & terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang
shiddiq & para syuhada” (HR. Tirmidzi)
عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ رضي الله عنه أَنَّ
اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه
وسلم سُئِلَ: أَيُّ اَلْكَسْبِ أَطْيَبُ ؟ قَالَ: عَمَلُ اَلرَّجُلِ بِيَدِهِ,
وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ - رَوَاهُ اَلْبَزَّارُ، وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ
Dari Rafi’ bin
Khadij ia berkata, ada yang bertanya kepada Nabi: ‘Wahai Rasulullah,
pekerjaan apa yang paling baik?’. Rasulullah menjawab: “Pekerjaan yang
dilakukan seseorang dgn tangannya & juga setiap perdagangan yang mabrur
(baik)
Peringatan
bagi Pedagang
رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ
وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ
يَخَافُونَ يَوْمًا يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ
وَالْأَبْصَارُ (37) النور
”Laki-laki
yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari
mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan
zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan
menjadi goncang. QS. An-Nur(24):37
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِبْلٍ قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ : ” إِنَّ التُّجَّارَ هُمُ
الْفُجَّارُ ” قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَيْسَ
قَدْ أَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ؟ قَالَ: ” بَلَى وَلَكِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ
فَيَكْذِبُونَ وَيَحْلِفُونَ فَيَأْثَمُونَ “
Dari
‘Abdurrahman bin Syibel, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda: “Para pedagang adalah tukang maksiat”. Diantara
para sahabat ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, bukankah Allah telah
menghalalkan jual-beli?”. Rasulullah menjawab: “Ya, namun mereka sering
berdusta dlm berkata, juga sering bersumpah namun sumpahnya palsu”. (HR.
Ahmad 3/428(
يا معشر التجار إن الشيطان والإثم يحضران البيع فشوبوا
بيعكم بالصدقة
“Wahai para
pedagang, sesungguhnya setan & dosa hadir dlm jual-beli. Maka iringilah
jual-belimu dengan banyak bersedekah” (HR. Tirmidzi 1208(
Prinsip
Dagang Rosulullah SAW
1.
Ikhlasun
Niat
قُلْ
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162)
الأنعام
Katakanlah:"Sesungguhnya
shalatku, ibadatku, hidupki dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta
alam, (QS. 6:162)
Niatkan
Dagang untuk Ibadah.
Ibn
Taimiyyah Ibadah adalah Menta’ati Alloh dengan
melaksanakan apa-apa yang diperintahkannya melalui Lisan Rosulullah SAW
Ibadah
itu Ismun Jami’un maksudnya Mencakup Seluruh aktifitas yang kita
lakukan.
Yang
dilihat Alloh bukan besarnya keuntungan tapi NIATnya
Banyak aktifitas
Manusia yang Besar tapi nilainya Kecil disisi Alloh, tapi ada aktifitas kecil
tapi nilainya Besar disisi Alloh.
Diantaranya
karena aktifitasnya ingin ditilai Manusia
2.
Ittiba’us
Sunnah
Walaupun
dagang urusan duniawi tapi bukan berarti harus bebas, karena dalam islam ada
aturannya, sehingga sebagian Ulama memberikan Syarat bagi pedagang Harus Baligh
dan Berilmu.
Imam
Bukkhori berkata : Al-Ilmu Qoblal Qoulu wal ‘Amal.
Diantaranya
syarat jual Beli :
a.
Menunaikan
Zakat
b.
Produk
yang Halal
c.
Jujur
/Amanah ( Kisah Rosul Marah kepada pedagang yyang mencampurkan yang basah)
مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي - رَوَاهُ مُسْلِمٌ
d.
Ihsan
e.
Cinta
terhadap Pembeli لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
f.
dll

Komentar
Posting Komentar