Kehebatan Otak
dan Keajaiban Akal
Oleh : H. Arif
Rahman Hakim Lc., M. Ag
قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ
أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Katakanlah:
"Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu
menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar
kamu mendapat keberuntungan. (Al- Maidah : 100)
Alloh Memberi Bekal Otak dan Akal
وَاللَّهُ
أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ
لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan
Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu
pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu
bersyukur. (An-Nahl : 78)
Akal yang Membedakan Manusia dan
Binatang
أَمْ
تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا
كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا
Atau apakah kamu mengira bahawa
kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah
seperti hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari pada hewan ternak itu. (Al-Furqon : 44)
Manusia yang Berakal
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ
أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو
الْأَلْبَابِ
Yang mendengarkan perkataan lalu
mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang
telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. (Az- Zumar : 18
Ancaman bagi yang tidak menggunakan Akalnya
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ
أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ
Dan mereka
berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu)
nescaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang
menyala-nyala". [Q.S. Al-Mulk : 10]
سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ
الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ
سُلْطَانًا وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ
Akan
kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, karena mereka telah
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan
keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka. Dan Itulah
seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.” (QS
Ali Imrân: 151)
Otak dalam Jantung
وَلَقَدْ
ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا
يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا
يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ
الْغَافِلُونَ
Kami telah menjadikan untuk isi
neraka Jahanam, kebanyakan dari manusia dan jin. Mereka mempunyai hati (akal),
tetapi tidak digunakan untuk berfikir. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak
digunakan untuk melihat. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak digunakan untuk
mendengar. Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih hina lagi, Mereka
itulah orang-orang yang lalai. (Al-A’râf : 179).
أَفَلَمْ
يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آَذَانٌ
يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى
الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ (46) الحج
Maka apakah
mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai qolbu, dengan itu
mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat
mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta,
ialah qolbu yang di dalam dada.
Akal yang Tertutup
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا
أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ
وَاسْتَغْفَرَ ، صُقِلَ قَلْبُهُ مِنْهَا ، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ
قَلْبَهُ ، فَذَلِكُمُ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي
كِتَابِهِ : كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Sesungguhnya
seorang mu’min jika melakukan
dosa, maka akan terbintik hitam di hatinya. Jika dia bertaubat, berhenti (dari
dosa tersebut) dan memohon ampun, maka hatinya akan mengkilap. Apabila dia
terus melakukan dosa, maka bertambah pula titik hitam itu. Itu adalah Ar-Rân
(Penutup) yang disebutkan oleh Allah di kitab-Nya: ‘Sekali-kali tidak
(demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka
(QS Al-Muthaffifîn : 14). H.R. Ibn Majah, At-Tirmidzi dan Ahmad

Komentar
Posting Komentar