Langsung ke konten utama

Kesehatan dalam Islam

 

Kesehatan dalam Islam

Arif RH Shiddiq Lc., M.Ag




 

Kenikmatan yang Sering dilupakan

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ:« نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ » البخاري

Dua Nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan Manusia : Sehat dan Waktu Luang

 

Lebih Baik dan lebih Dicintai Alloh SWT

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Alloh dari pada Mukmin yang Lemah

 

Tidak Makan dan Minum berlebihan

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (31) الأعراف

Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. 7:31)

كُلْ, وَاشْرَبْ, وَالْبَسْ, وَتَصَدَّقْ فِي غَيْرِ سَرَفٍ, وَلَا مَخِيلَةٍ - أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَأَحْمَدُ

Makanlah dan minumlah,dan Berpakaianlah, dan Bersodaqohlah dengan tidak Berlebihan dan tidak Sombong.

 

Menghindari Obesitas

مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاء شَرّاً مِنْ بَطْنٍ ، بِحَسْبِ ابنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ ، فإنْ كانَ لا مَحالةَ فثُلُثٌ لِطَعَامِهِ ، وَثُلُثٌ لِشَرابِهِ ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ )) رواه الترمذي

Anak cucu Adam tidak memenuhi suatu wadah yang lebih buruk dari perutnya, Cukup bagi anak Adam beberapa suap makanan saja untuk bisa menegakkan Tulang Punggungnya, jika tidak bisa, cukup Sepertiga untuk Makan, Sepertiga untuk Minum dan Sepertiga untuk Nafas

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِى الصَّلاَةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ ، وَالَّذِى يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الإِمَامِ فِى جَمَاعَةٍ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الَّذِى يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ » متفق عليه

Sesungguhnya orang yang paling besar Pahala Shalat-nya adalah orang yang paling Jauh jaraknya menuju tempat Sholat, Kemudian Mereka Menjauhi jarak yang ditempuh. Dan orang yang menunggu Shalat hingga ia menunaikannya bersama Imam dengan berjama’ah, maka pahalanya lebih besar daripada orang yang Shalat kemudian Tidur.

 

Tidak Minum Sambil Bernafas dan Sambil Berdiri

إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ – متفق عليه

Apabila kalian Minum maka janganlah bernafas dalam Bejana

لاَ يَشْرَبَنَّ أحَدٌ مِنْكُمْ قَائِماً -  رواه مسلم

Jangan sekali-kali salah seorang diantara kamu minum dalam keadaan berdiri

 

Perintah Berobat

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ شَرِيكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يُنَزِّلْ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ مَعَهُ شِفَاءً إِلَّا الْمَوْتَ وَالْهَرَمَ – أحمد

Berobatlah wahai Hamba Alloh, sesungguhnya Alloh tidaklah menurunkan Penyakit kecuali (pasti) dia menurunkan Obatnya,kecuali Mati dan Pikun

عَنْ جَابِرٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ :« لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Setiap Penyakit ada obatnya,Jika obat yang digunakan itu Benar,dengan Izin Alloh SWT penyakit tersebut akan sembuh

Menjenguk Orang Sakit

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِى. قَالَ يَا رَبِّ كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ. قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِى فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِى عِنْدَهُ

يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِى. قَالَ يَا رَبِّ وَكَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ. قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِى فُلاَنٌ فَلَمْ تُطْعِمْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِى

يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِى. قَالَ يَا رَبِّ كَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ قَالَ اسْتَسْقَاكَ عَبْدِى فُلاَنٌ فَلَمْ تَسْقِهِ أَمَا إِنَّكَ لَوْ سَقَيْتَهُ وَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِى » رواه مسلم

Sesungguhnya Alloh SWT pada hari Kiamat Berfirman :Wahai Anak Adam, Aku Sakit tapi kamu tidak menjenguk-Ku. Anak Adam berkata: Wahai Tuhanku bagaimana hamba menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan Semesta Alam? Alloh SWT Berfirman : Tidak kah kamu tahu bahwa Hamba-Ku si Fulan sakit? Akan tetapi kamu tidak Menjenguknya, tidak kah kamu tahu jika kamu menjenguknya Sungguh Kamu akan menemukan-Ku disisinya.

Wahai anak Adam, Aku meminta makan darimu, namun kamu tidak memberi-Ku. Anak Adam berkata: Bagaimana Hamba memberi-Mu makan?sedang engkau adalah Tuhan semesta Alam? Allah SWT berfirman : Tidak kah kamu tahu bahwa hamba-Ku si Fulan meminta makanan kepadamu? Namun kamu tidak memberinya. Tidak kah kamu tahu bahwa seandainya kamu memberinya makan, kamu akan mendapati hal itu disisiku.

Wahai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu, tapi kamu tidak mau memberi-Ku. Anak Adam berkata : Wahai Tuhanku bagaimana hamba memberi-Mu minum sementara engkau adalah Tuhan semesta Alam? Allah SWT berfirman : Hambaku si Fulan meminta minum kepadamu, tapi kamu tidak memberinya, Ketahuilah bahwa seandainya kamu memberinya minum, kamu akan mendapati hal itu disisiku.

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِى خُرْفَةِ الْجَنَّةِ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا خُرْفَةُ الْجَنَّةِ قَالَ « جَنَاهَا » رواه مسلم

Barang siapa menjenguk orang yang sakit maka ia berada di dalam Khurfah Surga. Ditanyakan kepada-Nya: Wahai Rosulullah apakah Khurfah Surga itu? Rosul Menjawab : Buah (Pahala) Surga

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا حَضَرْتُمُ الْمَرِيضَ أَوِ الْمَيِّتَ فَقُولُوا خَيْرًا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ » رواه مسلم

Apabila kamu menjenguk orang yang sakit atau yang meninggal, maka ucapkanlah Perkataan yang Baik, karena Malaikat Mengamini apa yang kalian ucapkan.

 

Komentar