Silaturahiem
Arif Rahman Hakim Lc., M.Ag
فَهَلْ
عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا
أَرْحَامَكُمْ (22) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ
فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ (23) محمد
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat
kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan Mereka itulah
orang-orang yang dila’nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan
dibutakan-Nya penglihatan mereka”
(Q.S. Muhammad :22-23)
Motivasi untuk Silaturrahiem
مَنْ أَحَبَّ أَنْ
يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ –
متفق عليه
Barang siapa yang suka (ingin) diluaskan Rizqinya dan dipanjangkan
Umurnya, maka hubungkanlah ar-Rohiem (kekerabatan). (H.R. Bukhori dan Muslim)
Ancaman bagi Pemutus Silaturrahiem
مَا
مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا
مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
Tidak ada dosa yang lebih pantas
untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut
dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas
(kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Tetap
Silaturrahiem walau mereka Membenci/Menyakiti
أن
رجلاً قَالَ : يَا رَسُول الله ، إنّ لِي قَرابةً أصِلُهُمْ وَيَقْطَعُوني ، وَأُحْسِنُ
إلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إلَيَّ ، وَأحْلَمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَيَّ ، فَقَالَ
:(( لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ ، فَكأنَّمَا تُسِفُّهُمْ الْمَلَّ ، وَلاَ يَزَالُ
مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذلِكَ )) رواه مسلم .
Pernah ada seseorang yang mengadu kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam,
“Wahai Rasul, saya memiliki kerabat yang berusaha untuk kusambung namun mereka
memutus (hubungan dengan)ku, aku berusaha berbuat baik padanya namun mereka
menyakitiku, aku mengasihi mereka namun mereka berbuat jahat padaku!”. “Andaikan kenyataannya
sebagaimana yang kau katakan, maka sejatinya engkau bagaikan sedang memberinya
makan abu panas . Dan
selama sikapmu seperti itu; niscaya engkau akan senantiasa mendapatkan
pertolongan Allah dalam menghadapi mereka”. ( H.R. Muslim )
عَنْ أَبِي ذَرٍّ
، قَالَ : أَوْصَانِي خَلِيلِي بِسَبْعٍ : حُبِّ الْمَسَاكِينِ ، وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ
، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنِّي ، وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ فَوْقِي
، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِي وَإِنْ جَفَانِي ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ
قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ وأن لاَ تَأْخُذُنِي
فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ ، وَأَن لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا. ( ابن حبان وأحمد والطبراني )
Dari Abu dzar ia berkata: Kekasihku Rosulullah SAW telah berwasiat
kepadaku dengan 7 Hal :
1.
Supaya
Aku mencintai orang orang miskin dan dekat dengan mereka
2.
Beliau
memerintahkan agar aku melihat kepada orang yang berada dibawahku dan tidak
melihat kepada orang yang berada diatasku
3.
Beliau
memerintahkan agar aku menyambung silaturahimku meskipun mereka berlaku kasar
kepadaku
4.
Aku dianjurkan
agar memperbanyak ucapan Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan
Alloh)
5.
Aku
diperintahkan mengatakan Kebenaran Meskipun pahit
6.
Beliau
berwasiat agar aku tidak takut Celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada
Alloh
7.
Beliau
melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada Manusia
Konsekwensi
silaturrahim
1. Mendakwahi Kerabat
وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
Artinya:
“Berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat”. QS.
Asy-Syu’ara’: 214.
هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ
أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (66)
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ (67)
Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari
kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang
lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Az-Zukhruf : 66 -67)
2. Saling Membantu
الصَّدَقَةُ
عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ ثِنْتَانِ؛ صَدَقَةٌ
وَصِلَةٌ.
Sedekah
terhadap kaum miskin (berpahala) sedekah. Sedangkan sedekah terhadap kaum
kerabat (berpahala) dobel; pahala sedekah dan pahala silaturrahim”.( HR.
Tirmidzi dari Salman bin ‘Amir. At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan)
3. Saling Memaafkan Kesalahan.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ
عَنِ الْجَاهِلِينَ.
Artinya: “Jadilah pemaaf dan
suruhlah orang mengerjakan kebajikan, serta jangan pedulikan orang-orang
jahil”. QS. Al-A’raf: 199.
4. Berjabat Tangan
Bersalaman merupakan salah satu
ibadah mulia yang menjanjikan ganjaran menggiurkan. Nabi kita shallallahu’alaihiwasallam
menerangkan,
مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا
غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا.
Tidaklah ada dua orang muslim yang
bertemu lalu saling bersalaman, melainkan dosa keduanya akan diampuni sebelum
mereka berdua berpisah”. (HR. Abu Dawud dari al-Bara’ bin
‘Azib dan dinyatakan sahih oleh al-Albany)
Aturan Berjabat
Tangan
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ
خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
Lebih baik kepala kalian ditusuk
dengan jarum dari besi daripada ia memegang wanita yang tidak halal baginya”. (HR. Thabarany, dari Ma’qil bin Yasar dan dinilai
kuat oleh al-Mundziry dan al-Albany)

Komentar
Posting Komentar